Anak jalanan, suatu istilah yang seringkali kita dengar dengan anggapan negatif. Memang demikianlah realitanya saat ini. Mereka para anak manusia yang kurang beruntung terpksa mengadu nasib di jalanan. Mulai dari pedaang asongan, pengamen sampai pengemis cilik adalah divisi utama member anak jalanan.

Angapan lain ketika kita mendengar istilah anak jalanan adalah mereka tidak mengenyam pendidikan. Sekali lagi, anggapan tersebut memang berdasar pada realita yang da saat ini. Kebanyakan (atau lebih tepatnya hampir semua) anak jalanan di negeri ini memang tidak seberuntung siswa-siswi SMAN 1 Blitar. Merka terpaksa tidak bersekolah dan atau tidak melanjutkan sekolah karena beberapa faktor.

Kemauan Sendiri.

Beberpa anak jalanan memilih tidak bersekolah karena adanya dorongan dari dalam diri. Sebernarnya jika dilihat dari sudut ekonomi, keluarga mereka cukup mampu untuk menyekolahkan mereka. Namun karena mungkin mereka merasa bersekolah hanyalah menghabiskan waktu dan membuat pusing kepala akhirnya mereka memberontak dan memutuskan untuk berhenti.

Tekanan Orang Tua

Ketidak mampuan orang tua adalah salah satu alasan yang cukup dominan untuk para anak jalanan memilih tidak bersekolah. Kebanyakan merka yang mempunyai orag tua yang tidak mampu terpaksa mengadu nasib di jalanan untuk membantu perekonomian orang tua. Dan tidak sedikit pula dari para anak jalanan yang terpaksa mengadu nasib di jalanan karena untuk menyekolahkan adik-adik mereka.

Trauma atas Pengalaman Buruk di Sekolah

Penglaman buruk memang seringkali membuat seseorang trauma dan nekat unuk tidak kembali ke tempat dimana pengalaman itu pernah terjadi. Tidak terkecuali para anak jalanan yang memutuskan untuk berhenti sekolah karena faktor ini. Merka yang pernah mengalami satu pengalaman buruk disekolah telah menganggap sekolah adlah tempat yang menakutkan dan menyiksa. Biasanya mereka yang beranggapan demikian adlah anak-anak yang bermental lemah. Atau bahka pengalaman itu sangat buruk sehingga mereka benar-benar tidak mau mengenal yang namanya sekolah.

Terkena pergaulan yang tidak semestinya

Teman adalah seseorang yang sangat berpengaruh terhadap diri seseorang. Merekalah yang telah banyak membentuk karakter pribadi seseorang. Tidak terkecuali anak jalanan yang dahulunya pernah mengenyam pendidikan. Disekolah memang mutlak bagi seseorang untuk mendapatkan teman. Namun teman yang salah malah akan membawa seseorang tersebut kepada keburukan. Misalnya, siswa bernama A berteman dengan siswa beranama B. Si A sangat akrab dengan si B. Maka jika si B berperilaku buruk maka tidak lama kemudian si A akan mengikuti perilaku buruk si B.

Ekonomi lemah

Inilah faktor paling dominan yang membuat semakin banyaknya anak jalanan di negeri ini. Kebanyakan mereka anak jalanan pada awalnya memang bersekolah. Namun karena biaya masuk ke jenjang yang lebih tinggi semakin membengkak, memaksa mereka untuk putus sekolah dan mengadu nasib di jalanan untuk sedikit menyokong ekonomi keluarga. Memang ironi jika melihat kenyataan ini. Padahal saat ini pemrintah sedang gencar-gencarnya mncanangkan pendidikan gratis kepada mereka yang ingin bersekolah namun kurang mampu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s